fase-fase-HIV

Inilah Informasi Lengkap Terkait Penyakit HIV Yang Harus Kamu Ketahui

Infokekinian.net – Seseorang yang sudah terjangkit virus HIV sulit disembuhkan sebab virus ini akan menghancurkan sel imun tubuh. Kemudian sistem kekebalan tubuh akan melemah bahkan dalam jangka waktu yang lama sistem imun benar-benar tak berfungsi secara maksimal lagi.

Nah, agar tidak terinfeksi virus HIV ada beberapa gejala HIV, penyebab termasuk cara penularannya yang harus dihindari.

Apa Itu Penyakit HIV?

HIV sebenarnya suatu virus yang dikenal dengan nama human immunodeficiency virus masuk ke tubuh melalui bagian tubuh yang luka atau terbuka. Maka penyakit HIV ialah penyakit terjadi pada manusia baik perempuan dan laki-laki disebabkan virus HIV. Selanjutnya virus ini akan berlanjut hingga menjadi AIDS dengan berbagai gejala HIV.

Mengapa sistem kekebalan tubuh melemah saat tubuh diserang virus HIV? Karena virus ini bekerja dengan cara awal merusak sel T yang sebenarnya sangat dibutuhkan tubuh untuk melawan berbagai penyakit yang hinggap ke tubuh.

Setelah Sel T hancur, sistem imun tubuh langsung melemah, maka berbagi virus yang lain, bakteri dan kuman dapat dengan mudah menyerang tubuh. Bahkan, virus HIV dalam jangka waktu yang lama bisa memicu munculnya berbagai penyakit yang parah lainnya.

Virus ini jika sudah pertama kali masuk ke tubuh, hingga saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan atau menghilangkan dari tubuh secara total. Jadi penderita akan memiliki virus ini seumur hidup.

Penyebab Terinfeksi Virus HIV

HIV

Seseorang bisa terjangkiti virus HIV disebabkan beberapa hal atau kegiatan yang terjadi. Pertama karena hubungan seks dengan penderita HIV termasuk juga sering gonta ganti pasangan hubungan seks. Nah, jika sudah tahu bahwa pasangan terinfeksi HIV dari gejala HIV yang tampak jangan berhubungan seks dengan dia.

Juga bisa terjadi jika melakukan hubungan seks yang tidak aman misalnya tidak menggunakan kondom. Selain itu, penyebab seseorang memiliki virus HIV juga bisa terjadi jika melalui seks oral, jika dilakukan melalui mulut yang luka seperti adanya sariawan ataupun pendarahan pada gusi.

Penyebab kedua jika berbagi jarum suntik dengan penderita HIV mulai dari suntikan ganja ataupun suntikan yang lainnya. Makanya sangat disarankan jarum suntik hanya digunakan sekali saja, setelah itu tak boleh diaplikasikan ke orang lain lagi.

Proses penularan HIV juga bisa berlangsung melalui tranfusi darah. Sehingga dilarang penderita HIV mendonorkan darahnya ke orang lain. Pada bayi, penyebab HIV bisa diturunkan dari ibunya saat masih dalam kandungan. Juga bisa terjadi melalui proses menyusui.

Proses penularan ini tak akan terjadi jika seseorang yang sehat berjabat tangan atau berpelukan dengan penderita HIV. Bahkan melalui ludah juga tidak akan terjadi jika seseorang tidak menderita sariawan, luka yang terbuka di area mulut hingga pendarahan pada gusi.

Bagaimana Fase-Fase Penyakit HIV?

Penyakit-HIV

Penyakit HIV menyerang tubuh dalam 4 fase atau 4 stadium. Stadium pertama dikenal dengan nama stadium jendela. Stadium ini berjalan selama 1 sampai 3 bulan atau bisa juga lebih lama lagi sampai 6 bulan.

Penderita yang sudah terjangkiti virus HIV belum memperlihatkan gejalanya sehingga penderita masih bisa melakukan berbagai kegiatan seperti biasanya.

Selanjutnya ada fase asimptomatik atau sudah positif terjangkiti virus HIV. Ini berlangsung pada stadium 2 dalam jangka waktu selama 5 tahun sampai 10 tahun.

Saat memasuki fase ini, penderita akan merasakan berat badan turun, muncul penyakit ulkus di mulut, herpes zoster, saluran napas juga ikut terinfeksi, erupsi popular pruritis, kuku yang terinfeksi jamur hingga dermatitis seboroik.

Stadium ketiga, kelenjar getah bening yang terdapat di tubuh penderita sudah membengkak. Memakan waktu lebih dari satu bulan. Berat badan turun lagi diikuti demam dengan suhu tubuh 37,5 derajat celcius. Penderita juga mengalami diare kronis selama satu bulan lebih, juga diikuti tuberkulosis paru, kekurangan darah.

Terjadinya peradangan pada mulut, neutropenia, infeksi bakteri, kandidiasis pada mulut, oral hairy leukoplakia hingga trombositopenia kronis. Terakhir ada stadium keempat dan saat inilah puncak penyakit HIV akan dirasakan penderita dengan berbagai penyakit yang muncul di tubuh.

Diantaranya sarcoma Kaposi, ensefalopati HIV, histoplasmosis, infeksi mikrobakteri, toksoplasmosis, tuberculosis sudah mengjangkiti area luar paru-pru, pneumonia pneumocystis, sindrom wasting HIV hingga penyakit yang lainnya.

Baca juga: Ini Dia Beberapa Makanan Sebagai Cara Menghilangkan Bau Mulut Secara Alami

Bagaimana Gejala Penyakit HIV?

Gejala-penyakit-HIV

Jika melihat dari fase atau stadium HIV, ada banyak sekali gejala HIV yang muncul. Gejala awal mulai dari demam, merasa lelah dan tubuh melemah sebab sistem imun tubuh menurun.

Diikuti sakit kepala, otot terasa nyeri, berat badan turun termasuk juga kelenjar getah bening yang membengkak. Area yang terdapat kelenjar getah bening selain di leher juga ada di pangkal paha dan tenggorokan.

Gejala ini menjadi semakin parah hingga timbul gejala AIDS seperti sariawan, vagina ikut terinfeksi jamur. Berat badan turun padahal tidak berolahraga, sering mengalami diare, sering demam dan malam hari berkeringat diikuti batuk kering yang berkepanjangan.

Penderita juga bisa mengalami ruam kulit yang tak pernah terjadi atau tak bisa dialami bahkan hingga psikologis juga ikut mengalami perubahan. Saat merasa sudah timbul beberapa gejala sebaiknya langsung periksa ke dokter.

Ceritakan apa saja masalah yang dialami ke dokter sehingga dengan gejala tersebut dokter bisa menyimpulkan apakah benar terinfeksi virus HIV atau tidak.

Gejala-gejala di atas dalam waktu yang lama akan semakin parah bahkan bisa menyebabkan kanker jika tak ditangani secara langsung. Muncul penyakit tuberculosis, candidiasis, hingga toksoplasmosis. Jika penderita HIV kemudian terjangkiti toksoplasmosis dan segera diobati maka infeksi akan berlanjut ke otak dan membuat kondisi semakin parah.

Begitu juga jika kandidiasis tak segera ditangani akan berlanjut ke peradangan hingga menghasilkan lendir yang tebal pada bagian kerongkongan, lidah, mulut hingga vagina. Tentu saja hal ini tak bisa dibiarkan dalam waktu yang lama karena akan mengganggu kesehatan tubuh.

Jika penderita HIV kemudian terjangkiti virus herpes akan menyebabkan kerusakan pada saluran pencernaan, kerusakan pada paru-paru hingga masalah pada mata. Jika penderita HIV terus berlanjut dengan gejala tuberkulosis dan semakin parah dapat berakibat fatal yakni kematian.

Bahkan lebih parah lagi sistem saraf juga bisa terinfeksi yang disebabkan oleh peradangan pada sumsum tulang belakang hingga otak.

Sedangkan jika penderita HIV kemudian secara tak sengaja menelan parasite cryptosporidiosis, maka parasit tersebut akan berkembang di usus dan saluran empedu. Akhirnya terjadi diare yang parah pada penderita HIV.

Nah, berbagai gejala HIV tersebut semakin lama semakin dirasakan dan tampak pada penderita HIV. Untuk penanganan lebih lanjut silahkan hubungi dokter. Sebisa mungkin bagi yang tidak menderita HIV untuk menghindari hal-hal yang bisa menyebabkan penularan HIV.

Perlu diingat bahwa jika virus ini sudah menginfeksi tubuh maka seumur hidup akan selalu bersemayam dalam tubuh. Jadi, perlu waspada.

Baca juga: Pengertian Paru-Paru Basah, Penyebab, Gejala dan Pencegahannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *