Tips bekerja

Mana yang Lebih Baik, Bekerja Keras atau Bekerja Cerdas?

Mungkin Anda pernah mendengar bahwa untuk mencapai sukses atau hasil yang bagus, maka tidak hanya doa saja yang diperlukan, melainkan usaha atau kerja yang keras. Namun sekarang ini ada ungkapan lain bahwa janganlah bekerja keras, namun bekerjalah secara cerdas atau dalam Bahasa Inggris disebut “Don’t work hard, but smart.”

Tentunya dengan munculnya ungkapan baru tersebut, lahir pula perdebatan yang mana ada kubu yang masih menganggap bahwa kerja keras adalah nomor satu dibandingkan bekerja secara cerdas dan ada pula kubu yang sebaliknya dengan mengatakan bahwa memang benar jika harus bekerja itu diperlukan cara yang cerdas dan tidak hanya sekadar keras saja.

Dengan munculnya 2 ungkapan di atas, maka selain perdebatan, ada pula beberapa pertanyaan yang lahir, seperti “Bagaimana mendefinisikan kerja keras dan kersa cerdasitu?” “Apakah bekerja cerdas itu sama artinya dengan sedikit bekerja dibandingkan dengan yang bekerja keras?” “Apakah orang-orang cerdas selalu tidak bekerja secara keras?” dan lain sebagainya.

Secara umum, bekerja secara keras dapat diartikan adalah sebuah aktivitas yang dilakukan semaksimal mungkin dan tidak dapat melakukan apapun lainnya atau dalam bahasa kekiniannya adalah “sudah mentok dan tidak dapat kemana-mana atau ngapain lagi.”

Dengan kata lain bahwa ketika Anda sudah bekerja sedemikian keras tanpa mempedulikan apapun untuk mencapai hasil yang diinginkan dan hanya mengandalkan fisik saja, tanpa strategi khusus, maka Anda termasuk kategori pekerja yang seperti robot. Mengeluarkan tenaga, pikiran sampai dengan waktu yang besar dan tidak dapat melakukan hal lainnya.

Memang ada baiknya karena dengan bekerja keras atau juga ekstra keras, maka hasil tidak pernah membohongi proses. Namun ada kalanya setelah seseorang bekerja keras, ternyata hasil yang didapatkan tidak seperti yang diharapkan atau bahkan justru mendapatkan kegagalan. Ada tipe-tipe orang yang akan terus bangkit walaupun selalu gagal dan ada pula yang akhirnya step down karena kegagalan tersebut.

Lantas bagaimana dengan bekerja cerdas? Bekerja secara cerdas itu dapat diartikan adalah suatu aksi atau aktivitas melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh, namun masih disertai dengan strategi. Dengan kata lain, bekerja cerdas itu adalah terkait dengan bagaimana Anda membuat keputusan yang benar, langkah dan pilihan yang tepat.

Rata-rata orang yang masuk kategori smart worker ini dapat mengangkat ‘anak tangga’ kesuksesannya dengan cepat dan terkesan ‘ringan’ atau mudah. Tidak sedikit orang-orang yang bekerja secara cerdas, hidupnya sangat menyenangkan, memiliki rumah, mobil, harta kekayaan atau apapun yang diinginkan. Bahkan tidak jarang orang-orang semacam ini tampil paling menonjol dan menjadi pemenang dalam segala hal.

Memang secara teori terlihat mudah, akan tetapi bukan berarti orang yang bekerja cerdas tidak bekerja keras. Mereka juga bekerja keras dan bahkan ekstra keras, hanya saja, rata-rata dari mereka berfikir secara out of the box dan berani mengambil keputusan.

Jadi dapat dikatakan, orang-orang yang bekerja cerdas masih melakukan aktivitasnya atau pekerjaannya secara keras, namun mereka menghindari error atau kesalahan. Caranya adalah dengan dengan cermat mengamati dan melakukan segala sesuatunya, termasuk penentuan waktunya. Dengan begitu, mereka akan mendapatkan banyak waktu, usaha dan energi. Memang akan ada effort besar yang dilakukan di awal, namun akan memiliki waktu banyak di akhir.

Berarti, working smart lebih baik daripada working hard? Jawabannya adalah dapat dikatakan benar, namun kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan karena masing-masing masih saling terkait. Karena tanpa bekerja keras di awal, maka tidak ada istilah bekerja cerdas.

Jadi, berusahalan untuk bekerja secara cerdas dengan berani mengambil keputusan dan menentukan langkah yang tepat, serta bekerja keraslah di awal agar investasi waktu yang digunakan di awal dapat dinikmati di akhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *