Membaca Dengan Utuh

Sebagian besar orang beranggapan membaca adalah kegiatan positif. Akan tetapi pada era seperti sekarang ini membaca harus bisa secara utuh dilakukan. Lihat saja berbagai macam media sosial yang semakin populer di semua kalangan. Mulai dari remaja, ABG, hingga dewasa, bahkan orang tua. Namun konteks membaca yang seperti ini harus dicermati lebih dalam lagi. Karena tidak semua istilah membaca berkonotasi positif ketika terjadi perkembangan teknologi yang super cepat seperti sekarang ini.

Memang tidak ada konotasi negatif dalam membaca, namun kini tidak semua bahan bacaan bisa berdampak baik. Mungkin saja dulu diartikan sebagai sebuah kegiatan yang sangat positif karena memang yang dibaca adalah berbagai macam buku dengan konten yang tentunya sangat baik. Bisa diartikan juga membaca pada kala itu selalu menyukai hal-hal baru yang sangat erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan, cerita-cerita fiksi yang erat kaitannya dengan sastra, dan sebagainya yang sangat positif.

Banjirnya informasi membuat bahan bacaan sangat mudah ditemukan di berbagai tempat di website dan situs-situs yang tersedia di internet. Lebih-lebih berbagai macam media sosial dengan berbagai macam sumber yang tidak jelas asalnya. Dengan membaca semua itu tanpa adanya filter yang baik tentunya akan membuat Anda semakin bingung, bahkan bisa berakibat fatal. Tidak sedikti orang yang membaca dan aktif bermedia sosial malah cenderung berprilaku negatif. Berbeda dengan membaca dengan konotasi yang positif tentunya akan berdampak pada prilaku yang positif.

Dari beberapa hal tersebut tentunya bisa didapat sebuah kesimpulan awal bahwa, tidak semua bahan bacaan bisa berdampak positif, tidak semua aktifitas membaca baik untuk prilaku, dan tidak setiap bacaan bisa membuat seseorang mendapatkan pencerahan di era dengan serbuan informasi yang sangat besar seperti sekarang ini.

Ketika membaca Anda harus bijak, yaitu menempatkan logika berpikir sesuai pada tempatnya. Mampu memilah mana yang baik untuk kita dan mana yang bisa berdampak buruk untuk kita dan orang lain. Membaca juga harus mengerti dan menelaah dengan baik apa yang tersaji di hadapan kita. Membaca juga harus tuntas, sehingga tidak meninggalkan sesuatu yang tidak memberikan pemahaman terhadap kita. Membaca bukan sekedar hanya membaca, namun membaca harus lebih dari sekedar membaca.

Membaca tidak lagi dimaknai hanya sekedar membaca. Lebih dari itu kita harus memahami, mengkaji, dan menafsirkannya dengan akal sehat kita. Berbagai macam hal yang mungkin secara sederhana bisa Anda maknai sendiri adalah bagaimana setiap bacaan memberikan manfaat kepada orang lain. Berguna untuk pendidikan, atau hanya sekedar informasi yang mengada-ada.

Membaca yang baik ketika mempunyai dampak baik terhadap prilaku Anda menjadi lebih kreatif, lebih produktif, dan lebih bersemangat dalam melakukan semua kegiatan yang akan Anda lakukan.

Jadi, cermati setiap bacaan Anda. Apalagi bacaan yang dapatkan dari media sosial atau berbagai macam situs yang tidak jelas asalnya, tidak jelas siapa pembuatnya. Minimal bacaan tersebut tidak mengandung SARA dan Pornografi. Dengan kata lain, semua harus Anda pilah secara mandiri mana yang baik dan mana yang tidak baik menurut Anda.

Membaca dengan bijak harus menjadi sebuah budaya yang kita lestarikan. Membaca dalam arti positif yang selalu mengedepankan akal sehat dan menempatkan kepentingan sosial lebih tinggi dibandingkan dengan memihak kepentingan golongan tertentu. Semua itu untuk menuju masa depan yang lebih baik demi keutuhan bangsa dan negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *